Hasil project kelas IX A pada bimbingan klasikal topik "Pergaulan Kece Tanpa Bullying" dengan metode project based learning semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024. Kelas IX A memilih untuk membuat poster dengan memanfaatkan aplikasi Canva dan ada murid yang memilih membuat cerpen.
POSTER
CERPEN
HIDUPKU TAK SESEMPURNA HIDUP KALIAN
Penulis: Amelia Yuliyanti (IX A)
Dialah Nainun Airin gadis kecil nan lugu serta pendiam merupakan ciri-ciri anak yang akan tumbuh menjadi anak yang introvert.
Ia lahir dari keluarga yang sederhana hal yang membuatnya mengerti akan kesusahan ekonomi keluarganya. Setelah keluarganya bersusah payah mencari uang untuk membeli rumah untuk tempat tinggal mereka, mereka pun akhirnya membeli rumah yang sangat sederhana, pagar rumah itu terbuat dari kayu yang sudah sangat tua, dan berlantai tanah.
Setelah Nainun dan keluarganya menempati rumah itu, tak menjadikan Nainun ceria. Hidup apa adanya dan banyak hal yang menjadikannya dewasa sebelum waktunya.
𝘽𝙪𝙡𝙡𝙮𝙞𝙣𝙜 pada zaman itu merupakan suatu hal yang umum. Ibaratkan fenomena gunung merapi. Akan tiba pada saatnya nanti sesuatu yang tersembunyi di dalam gunung merapi itu muncul ke permukaan dan membawa mala petaka untuk sekitarnya dan Nainun adalah salah satu orang yang harus mengalaminya.
Menjadi murid baru dan suasana yang berbeda, merasa Nainun dikucilkan oleh teman-temannya. Ia ingin menegur perilaku atau tindakan teman-temannya, tapi ia takut jika masalahnya menjadi semakin panjang nan rumit. Akan tetapi dengan tindakan Nainun yang tidak menegur perilaku teman-temannya membuat dirinya tertekan.
Cerita ini bermula dari teman-temannya Nainun yang beranggapan bahwa Nainun dan mereka berbeda derajat.
Pada hari pertama Nainun bersekolah.
Teman-teman: " Ihhh itu bukannya anak baru yah".
Orang² : " Iya yah, soalnya aku juga ngga pernah liat dia ".
Orang² : " Ihh liat deh bajunya kusut banget " .
Kia : " Jangan ngomong kaya gitu " Berkata dengan tegas.
Orang² : " ihhh kita mah ngomong apa adanya yah " .
Orang²: " Ko lu belain dia sih ".
Kia: " Gwe juga ngomong apa adanya, kalian ngomong yang ngga baik ya aku
tegur lah ".
Orang²: " Cihh ".
Di posisi Nainun
Nainun: "...... " Nainun pun terdiam.
Kia: " Hay kenalin namaku Kia " Tersenyum dengan lembut.
Nainun: " H.. Hay juga, namaku Nainun "membalas dengan senyuman tipis.
Kia: " Jangan di dengerin ya kata-kata mereka Nainun ".
Nainun: " I.. Iya baiklah ".
Kia: " Mari ikuti aku ke kls ".
Nainun: " ya aku akan mengikutimu dari belakang".
Kia pun menggandeng tangannya Nainun.
Beberpa menit kemudian....
Lalu sampailah mereka di ruang kelas.
Kia: " Nainun sini duduk di sebelahku ".
Nainun" " Apa tidak apa-apa ".
Kia: " Ya, tentu saja tidak papa "Tersenyum.
Nainun: " B.. Baiklah ".
Giandra: " Wih ada murid baru broo ".
Eren: " Widihhhh, itu pakaian apa lap ".
Miko: " Wkwkwwkwkwk ".
Kia: " Heh diem lu pada ".
Giandra: " Ih apaan sih kebo ".
Kia: " Apa lu bilang, coba lu ngomong sekali lagi ".
Giandra: " Kebo, kebo, kebo "
Kia: " Idih dasar buaya " Melemparkan sepatu ke arah Giandra.
Giandra: " Cih apa-apaan lo hah "Giandra pun kesal menjadi kesal.
Kia: " Nah kan situ di usilin juga ngerasa marah, makanya jangan suka usil
Kalo ngga mau di usilin balik ".
Giandra: " Suka suka gue lah, ko lu yang ngatur ".
Kia: " Ih nih anak bener-bener yah "
Nainun: " Udah jangan ribut " Berbisik ke kia.
Kia: " Baiklah jika kau yang meminta " Sambil menatap tajam ke arah Giandra.
Giandra: " Cihhh ".
Eren: " Udahlah bro gausah ngeladenin si kia "sambil tertawa kecil.
Miko: " Daripada ngurusin tu 2 culun, mending kita ke kantin ajah ".
Giandra: " Yo lah gasss ".
Giandra, Eren dan Miko pun pergi ke kantin.
5 menit kemudian.....
Bel pun berbunyi. Menandakan bahwa jam pelajaran akan segera di mulai.
Kring...kring.......kring......kring....
Bu guru: " Assalamu'alaikum wr wb "
Murid-murid: " Wa'alaikumussalam wr wb "berkata serempak.
Bu guru: " Selamat pagi anak-anak "
Murid-murid: " Pagi buuuuuuuu "berkata serempak.
Bu guru: " Gimana kabar kalian "
Murid-murid: " Baaaaaaik buuuuuuu "berkata serempak.
Bu guru: " Iya alhamdulillah, pada pagi hari ini kita kedatangan murid baru
Silakan perkenalkan diri ".
Nainun: " Halo semuanya Perkenalkan namaku Nainun, semoga kita bisa akrab "
Berbicara dengan suara lirih dan posisi kepala menunduk.
Murid-murid: " Ih ko pakaiannya kaya gitu yah ".
Murid-murid: " Kaya ngga pernah di setrika aja ".
Murid-murid: " Ih mana tu baju kelihatannya udah kaya lap ".
Bu guru: " Sudah-sudah jangan ngomong kaya gitu, ngga baik ".
Murid-murid: " Baaaaaaik buuuuuu "berkata serempak.
Bel istirahat pun berbunyi.
Kring ....kring........kring ...........kring.............kring ......
Kia: " Nainun ayo pergi ke kantin ".
Nainun: " eeeee tidak, kamu saja yang pergi ".
Kia: " Kenapa ".
Nainun: " Aku tidak membawa uang saku ".
Kia: " Yaudah kalo gitu aku yang traktir ".
Nainun: " Ngga usah ".
Kia: " Ngga papa ".
Nainun: " Ngga aku ngga mau ngerepotin kamu ".
Kia: " Ih kamu tuh ngga ngerepotin aku ko, aku malah seneng kalo di repotin
Sama kamu " Berkata sambil tersenyum.
Nainun: " Aku jadi ngerasa ngga enak ".
Kia pun menggandeng tangan Nainun, dan berjalan ke arah kantin.
Kia: " Nah kita udah sampai ".
Kia: " Kamu duduk sini Nainun ".
Nainun: " B... Baiklah ".
Kia: " Bu saya mau beli nasgor 2 sama teh anget 2 ya, nanti tolong di anter ke
Meja situ ya bu " Sambil menunjukan tempat yang di duduki Nainun.
Ibu kantin: " Iya neng silahkan tunggu ya ".
Kia: " Iya bu ".
Giandra: " Wih ada kebo ".
Kia: " Apa lu ngikutin gua lu yah ".
Giandra: " Idih ogah, siapa juga yang ngikutin elu ".
Kia: " Terus ngapain lo deket² gwe ".
Giandra: " Idih geer banget lu ".
Giandra: " Gwe tuh kesini mau nyari si Fani bukan ngikutin elu yeeee ".
Kia: " Halah bucin terosss putus nangis ".
Kia: " Alay-alay ".
Giandra: " Suka-suka gue lah ".
Kia: " Putos nangesss "
Giandra: " Biarin gue yang bucin napa lu yang repot "sambil berjalan melihat
Ke belakang/melihat ke arah kia "
Kia: " Jalan tuh hadap depan bukan hadap belakang, ketubruk tiang baru
baru tau rasa "
Giandra pun menabrak tiang lampu, karna giandra tidak menghadap kedepan .
Giandra: " Awwww "kesakitan.
Kia: " A hahahahahahahaha (≧∇≦)/ "
Giandra: " Sialan nih tiang listrik "
Kia: " Mang enak hahahahahaha "
Ibu kantin: " neng pesanannya ini sudah siap "
Kia: " Owh iya bu, sini bu saya bantu bawain nasgornya "
Ibu kantin: " Owh iya ini "
Ibu kantin: " Ini neng makanan sama minumannya "
Nainun: " Trimakasih bu, sudah di anterin makanannya "
Kia dan Nainun pun mulai memakan nasi goreng yang sudah di pesan.
Beberapa menit kemudian bel menandakan bahwa jam istirahat sudah selesai.
Kring.... Kring.... Kring... Kring....
Nainun: " Eh istirahatnya sudah selesai "
Kia: "iya, ayo kita pergi ke kls "
Kia: " Buuuuu, uangnya saya taro di meja yah "
Ibu kantin: " Iya neng, makasih ya neng "
Kia: " Iya buuu sama-sama "
Kia dan Nainun pun pergi ke kls.
Saat Nainun masuk ke kls tiba-tiba air jatuh dari atas pintu kls, dan airnya mengenai pakaian Nainun.
Murid-murid: " A hahahahahahahaha " Murid 1 kls tertawa.
Kia: " Heh apa apaan kalian hah "
Kia: " Kalian pikir itu lucu hah, ngga ngga lucu sama sekali "
Kia: " Liat pakaian Nainun jadi basah gara-gara kalin "
Kia: " Kalo nanti Nainun sakit, kalian mau tanggung jawab hah "
Murid-murid: " Alah gitu doang sakit "
Murid-murid: " Lebay-lebay "
Murid-murid: " Masa di gituin doang sakit wkwkwk "
Kia; " Ih bener-bener yah kalo di kasih tau malah kaya gitu " Emosi kia pun tak
bisa di hentikan lagi.
Nainun: " Udah ngga papa, jangan marah-marah "sambil menggigil kedinginan.
Kia: " Tapi kan "menunjukan ekspresi khawatir.
Nainun: " Udah aku ngga papa ko "tersenyum kecil.
Murid-murid: " Ih so perhatian banget dia sama Nainun "
Murid-murid: " Iya padahal keluarganya si kia lumayan ya kan "
Murid-murid: " Iya masa dia mau temenan sama anak kere itu "
Murid-murid: " iyuhhhhhhhh "
Kia: " Suka-suka gue lah, temenan tuh ngga harus mandang derajat yah "
Kia: " Gue mau berteman sama Nainun tuh karna Nainun orangnya baik,
Ngga kaya kalian. Yang suka ngomongin orang "
Murid-murid: " Idih "
Murid-murid: " So iye luh "
Nainun: " Aduh palaku ko pusing yah " Berbicara dalam hati.
Kia: " Eh Nainun kamu kenapa "
Nainun: " Ngga papa ko "
Kia: " Ngga papa gimana, muka kamu pucet ituloh "
.......
Tiba-tiba Nainun pingsan.
Kia: " Eh ..eh....eh Nainun kamu kenapah "dipenuhi rasa cemas.
Kia: " Woyyyyy bantu sini, kalian yang bikin Nainun kayak ginih "sambil bertriak
Kia: " Tanggung jawab klean "
Murid-murid: " Ihhhh I... Itu Nainun wehh "
Kia: " Woy sini angkat Nainun ke UKS "
Murid-murid: " I... Iya iya s... Sabar napa "
Murid-murid: " Weh klean sini bawa Nainun ke UKS "
Murid-murid: " I... Iya I... Iyaa "
Kemudian kejadian itu pun di laporkan ke Guru BK, yang melaporkan itu semua adalah Kia, karna menurut Kia jika dibiarkan saja mungkin mereka akan berbuat
Yang lebih jauh lagi. Karna Nainun tidak ingin melaporkan kejadian itu maka Kia lah yang turun tangan untuk melaporkan kejadian itu langsung ke guru BK.
Guru BK: " Kalian ini, jangan membeda-bedakan derajat orang "berbicara dengan
tegas"
Guru BK: " Apa kalian tidak sadar, Nainun itu diam saja itu karena omongan kalian
Itu menyakiti hati Nainun "
Guru BK: " Kalian itu tidak seharusnya berbicara seperti itu kepada teman kalian
Sendiri, berbicara seperti itu sama saja dengan ngebully "
Guru BK: " Kalian harus minta maaf atas perbuatan kalian ke Nainun "
Murid-murid: " B... Baik Buuuuuu "merasa bersalah.
Guru BK: " Saya harap kejadian ini tidak terulang lagi. Pahammm "
Murid-murid: " P......... Paham Bu "
Murid-murid: " Kami janji tidak akan mengulangi untuk yang kedua kalinya bu "
Guru BK: " Saya harap kalian me megang kata-kata kalian ".
Setelah kejadian itu, murid-murid lainnya meminta maaf kepada Nainun dan mereka pun sudah berteman akrab bersama Nainun.
TAMAT
Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah: janganlah kalian membeda-bedakan derajat kalian dengan orang-orang yang jauh di bawah derajat kita. Bertemanlah dengan baik dan jangan memandang derajat kalian dengan teman kalian.